Bagaimana Menjadi Mahasiswa yang Benar

AsaKampus - Sebagai postingan pertama di blog ini, author ingin membahas sedikit tentang bagaimana menjadi mahasiswa yang benar. Kita mulai dengan premis: mahasiswa adalah bentuk kedua dari siswa yang telah berevolusi. Nyatanya, bukan cuma Pok*mon atau Dig*mon yang bisa melakukan evolusi. Seorang pelajar juga bisa melakukan hal tersebut, ketika ia sadar/tidak sadar, terpaksa/tidak terpaksa, melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi, setelah itu dia layak untuk menjadi seorang mahasiswa.

Sumber gambar: gaulfresh.com
Jika kata "mahasiswa" kita penggal maka kita bisa membaginya menjadi dua frasa; maha dan siswa. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan kata maha sebagai ungkapan dari sangat, amat, teramat. Sedangkan siswa adalah murid/pelajar. Jadi mahasiswa, secara harfiah, dapat diartikan sebagai sangat/amat/teramat pelajar. Kata sangat/amat/teramat adalah bentuk dari derajat tertinggi atau super. Sehingga jika kita menarik benangnya, mahasiswa dapat diartikan sebagai pelajar super. Seorang pelajar yang secara hakikatnya mempunyai superioritas dan kekuatan yang jauh lebih besar dari pahlawan super manapun!

Mahasiswa digolongkan ke kalangan intelektual, dengan kata lain status sosialnya diakui sebagai kalangan yang memiliki pengetahuan yang lebih di bidang akademis. Mahasiswa adalah orang-orang berilmu yang karena ilmunya itu derajatnya terangkat di mata masyarakat. Tapi tentu saja derajat tersebut mempunyai prasyarat yang harus dipenuhi.

Kita, mahasiswa, sudah pasti tidak jarang mendengar filosofi hidup mahasiswa, bahwa mereka terlahir sebagai (born to be) stok sumber daya manusia (SDM) yang akan sangat berguna di masa depan. Sehingga fungsi mereka dapat dijabarkan menjadi, setidaknya, iron stock, problem solver dan agent of change.

Mahasiswa bukan stok SDM yang sembarangan, mereka sudah ditempa, sudah diperlakukan dengan berbagai treatment, sudah dijejali oleh berbagai proses. Sehingga diri mahasiswa itu bukan seperti stok kantong kresek yang gampang diterbangkan angin. Yang dipakai sekali terus dibuang. Yang kalau ditarik melar. Dia ini, mahasiswa, serupa baja yang kuat dan berat. Bisa menjadi material dasar pembuatan tank atau segala macamnya. Yang bisa dipakai berulang-ulang. Mereka adalah problem solver, yang pendapatnya layak didengarkan, yang mencari solusi bukan membuat masalah. Karena sejatinya mereka adalah agent of change yang akan membawa perubahan pada dirinya sendiri, keluarganya serta bangsanya. Nah, jika sudah begitu, kurang super apalagi coba?
Baca juga: Mahasiswa dan Lingkaran Setan yang Tinggal Cerita
Pada akhirnya, meski tidak ada panduan tertulis tentang bagaimana menjadi mahasiswa yang benar, setidaknya dengan menyadari posisi tawar dan daya jual kita terhadap masyarakat kita bisa memilah-milah tindakan-tindakan mana yang harus diambil mana yang tidak. Karena jika saja mahasiswa itu menyadari, mereka jauh lebih super daripada pahlawan atau manusia super manapun![]

0 Response to "Bagaimana Menjadi Mahasiswa yang Benar"

Posting Komentar